News

Mengenal Fenomena Whirlpool dan Bahaya Pusaran Air di Laut

Jakarta (KABARIN) - Pernah nggak sih kamu lihat air berputar kencang waktu lubang bak mandi dibuka?

Di laut, fenomena ini versi raksasanya dikenal dengan whirlpool atau pusaran air.

Baru-baru ini, video whirlpool di perairan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, viral di media sosial sejak Rabu 14 Januari.

Rekaman itu memperlihatkan pusaran arus yang kuat di jalur pelayaran, diabadikan seorang nelayan yang kebetulan melintas dan dibagikan oleh pelaku wisata lokal Budi Widjaja lewat akun Facebook-nya.

Apa itu fenomena Whirlpool

Melansir Live Science, arus di laut maupun sungai bersifat dinamis dan selalu berubah. Whirlpool terjadi saat dua arus dari arah berlawanan bertemu. Karena arus ini nggak bisa menembus satu sama lain dengan kecepatan sama, air pun dipaksa berputar dan melilit.

Menurut Nautical Channel, whirlpool muncul akibat interaksi kompleks antara suhu air, kadar garam, pasang surut, dan kondisi geologi. Ukuran pusaran air bergantung pada volume dan kekuatan benturan arus, ada yang sebentar dan ada yang bertahan hingga ratusan tahun.

Beberapa pusaran kecil bisa berkembang jadi fenomena besar yang melegenda, bahkan dalam skala ekstrem disebut maelstrom dengan daya hisap berbahaya.

Contohnya, Maelstrom di Norwegia dikenal sebagai salah satu pusaran paling kuat di dunia.

Penyebab terjadinya Whirlpool

Melansir Nautical Channel, whirlpool bisa dipicu oleh beberapa faktor berikut

- Arus laut: Dua arus bertabrakan dari arah berlawanan sehingga memicu gerakan melingkar.

- Angin: Bisa menyeret permukaan air dan memulai pusaran.

- Pasang surut: Di area sempit seperti fjord atau ngarai bawah laut, pasang surut menciptakan turbulensi yang akhirnya membentuk whirlpool.

- Fenomena geologis: Aktivitas tektonik atau geologi juga bisa menyebabkan pusaran air, terutama di laut dalam.

Jenis-jenis Whirlpool

1. Pusaran Air Permukaan (Surface Whirlpools)

Jenis ini paling sering muncul karena berada di lapisan atas air. Terbentuk akibat pertemuan arus, pasang surut, atau angin, biasanya ada di pesisir, muara, selat sempit, atau dekat pulau dan terumbu karang.

Tanda visualnya pola buih atau puing yang berputar, umumnya diameter di bawah 20 meter. Meski kecil, pusaran ini tetap berisiko bagi perenang dan kapal kecil, terutama di lokasi dengan arus pasang surut ekstrem.

2. Pusaran Air Dalam (Deep Whirlpools)

Terjadi di kedalaman laut dan sulit dilihat dari permukaan. Terbentuk karena aktivitas tektonik, struktur dasar laut seperti palung dan gunung bawah air, serta arus di lapisan dalam.

Contohnya di Teluk Biscay, Atlantik, yang kuatnya bisa memengaruhi kapal selam dan sedimentasi laut. Pusaran ini juga penting untuk distribusi nutrisi dan sedimen yang mendukung ekosistem laut dalam.

3. Turbulensi Laut Skala Besar (Ocean Turbulence)

Ini pusaran raksasa yang melibatkan sistem arus global seperti Gulf Stream atau Kuroshio. Penyebab utama adalah perbedaan suhu dan salinitas air laut dalam skala luas.

Diameter bisa ratusan kilometer dan bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Contoh nyata di Atlantik Utara, di mana arus Teluk membantu transfer panas ke Eropa dan memengaruhi iklim regional.

Turbulensi laut juga penting menjaga keseimbangan iklim bumi dan mendukung kehidupan di laut.

Fenomena whirlpool berbahaya bagi pelayaran karena arus berputar bisa membuat kapal melenceng, menyulitkan nahkoda, dan berisiko kecelakaan, terutama kapal kecil.

Oleh karena itu, pelaut harus selalu waspada dan siap menghadapi kemungkinan bahaya dari pusaran air ini.

Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: